Teraskata.com, Sulut – Nama Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, hilang dari struktur petinggi Bank Sulut – Gorontalo (BSG). Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo yang juga dirangkaikan dengan RUPS Luar Biasa (LB) tak lagi mencatut nama Sam Sachrul Mamonto pada formasi Direktur dan Komisaris BSG yang baru.
Meskipun demikian, SSM sapaan akrab Sam Sachrul Mamonto, meyakini Gubernur Sulut Yulius Selvanus atau YSK selaku Pemegang Saham Pengendali perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut punya rencana lain.
Pernyataan SSM mempertegas bahwa perubahan jajaran direksi dan komisaris merupakan keputusan bersama yang diambil melalui mekanisme RUPS.
“Ucapan terimakasih kepada Gubernur dan para pemegang saham yang telah memberikan kesempatan dalam rangka pengawasan tata kelola bank, tentu keputusan perombakan jajaran direksi dan komisaris ini adalah keputusan bersama dalam RUPS yang didalamnya ada para pemegang saham termasuk mega corpora,” ungkap SSM.
Dirinya diketahui menjabat sebagai Komisaris Independen Bank SulutGo pada periode 2021–2026. Dengan keterlibatannya tersebut, BSG mampu mencapai target yang ditentukan berdasarkan laporan keuangan tahunan.
Ia menyatakan, perubahan jajaran direksi dan komisaris merupakan keputusan bersama yang diambil melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Menurut dia, target laba yang ditetapkan untuk tahun 2025 berhasil dicapai dan mencatatkan sejarah baru bagi bank daerah tersebut.
“Kami juga bersukur bahwa laba Rp400 miliar yang di targetkan 2025 tercapai, dan ini sejarah bagi bank SulutGo bisa menorehkan laba tertinggi selama bank Sulut berdiri,” katanya.
Dengan demikian, SSM yang juga merupakan politisi itu berniat kembali aktif di dunia politik. Pengalamannya sebagai komisaris dianggap bagian dari pengalaman sebuah karir.
“Saya adalah politisi tentu ada rencana kedepan yang sedang dipersiapkan karena sebentar lagi tahapan Pileg dan Pilkada akan segera di mulai,” ujarnya.
Keputusan untuk kembali ke politik akan dilakukan setelah masa pengabdiannya sebagai bankir berakhir sepenuhnya. Ia juga menegaskan masih berstatus sebagai kader partai politik, meski belum kembali aktif dalam struktur kepengurusan.
“Tentu setelah selesai menjadi bankir kami akan kembali ke dunia politik. Untuk partai kami jelas masih kader salah satu parpol walaupun belum masuk lagi dalam kepengurusan,” tutupnya. (Ryan/Teraskata.com)









Komentar